Satuan Polisi Pamong Praja WH Banda Aceh Tindak Tegas Remaja Depresi di Aceh Besar Akibat Masalah Cinta

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan WH di Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal lewat Koordinator Piket, Deni Ivani menyatakan bahwa tindakan penertiban dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat yang diajukan oleh seorang wanita lanjut usia dengan inisial DA, yaitu ibu biologis pelaku.

Laporan Sara Masroni | Banda Aceh

, BANDA ACEH - Seorang gadis muda bernama AWN (17) diamankan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) dari kota Banda Aceh di Lapangan Blang Padang pada hari Kamis, 3 April 2025 saat fajar tiba.

Menurut hasil penyelidikan, gadis muda itu dicurigai sedang menghadapi masalah depresi yang disebabkan oleh urusan cinta dan juga karena sering kali mendapat teguran di rumah dan bahkan telah dilepaskan dari pekerjaannya.

Berdasarkan laporannya, ia adalah seorang mahasiswa di sebuah dayah yang berada di Kabupaten Aceh Besar dan sering kali menunjukkan perilaku tidak biasa terkait masalah percintaan.

Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP dan WH di Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal lewat Koordinator Piket, Deni Ivani mengatakan bahwa tindakan penyegelan ini merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat yang diajukan oleh seorang perempuan lanjut usia bernama samar sebagai DA, yaitu ibunda dari pelaku dugaan tersebut.

"Kira-kira pukul 23.15 WIB kami mendapat laporan lewat pusat panggilan tentang seorang gadis muda yang mengganggu para pengunjung di Blang Padang," jelas Deni.

Pejabat dari Satpol PP dan WH yang mendapatlaporan langsung pergi ke tempat kejadian pada pukul 00.09 WIB.

Di bawah koordinasi kepala seksi sub bagian umum, kepegawaian, dan aset, Deni Ivani dengan persetujuan dari ibu pelapor, remaja yang mengalami depresi itu kemudian diantarkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh untuk dilakukan pengecekan tambahan.

Setelah melakukan pemeriksaan awal, perawat di rumah sakit jiwa merekomendasikan ANP untuk menginap guna memperoleh hasil yang lebih optimal.

Tetapi, keluarga ANP belum mau menyetujui bahwa anak mereka harus mendapatkan pengobatan.

Berdasarkan permohonan itu, ANP beserta dengan ibunya dikantongi menuju tempat tinggal mereka yang berada di wilayah Aceh Besar sekitar pukul 01.00 WIB.

"Karena sang ibu dari ANP tidak setuju dengan penanganan anaknya di RSJ, dia kemudian memohon kepada kami agar kami bisa membawa mereka pulang ke rumah.", demikian ia menyimpulkan. (*)

Artikel ini sudah dipublikasikan di SerambiNews.com dengan berjudul Depresi Dikaitkan dengan Hubungan Cinta, Siswa Muda Diatur Petugas WH Banda Aceh

Update berita lainnya di dan Google News

Komentar