, ISTANBUL - NATO menyatakan bahwa keberadaan sejumlah prajurit Amerika Serikat yang hilang di Lithuania masih menjadi misteri dan status kematiannya belum dapat dipastikan.
Pernyataan tersebut memperjelas informasi sebelumnya yang menyebutkan bahwa pasukan Amerika Serikat tersebut sudah dinyatakan meninggal dunia.
" Kami menggagahi kerancuan yang disebabkan oleh pernyataan Sekretaris Jenderal Mark Rutte hari ini, " ujar juru bicara NATO Allison Hart melalui platform X.
Beliau menyinggung tentang laporan berita yang timbul tanpa memverifikasi status dari orang-orang yang hilang dan masih menjadi tanda tanya.Hart menyebutkan bahwa upaya mencari tentara yang hilang tersebut masih berlangsung.
Saat ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa dia tidak diinformasikan tentang kehilangan pasukan AS.
Pada hari Rabu, ketika dihadapkan dengan pertanyaan dari para jurnalis mengenai instruksi yang sudah dia terima perihal kejadian yang baru saja muncul beberapa jam sebelum itu, Trump menjawab: "Belum."
Pada hari Selasa, keempat pasukan Angkatan Darat Amerika Serikat dilaporkan menghilang saat melakukan latihan biasa di Lithuania.Pencarian saat ini dilakukan di bagian timur kota Pabrade, yang dekat dengan ibukota Vilnius, sesuai pernyataan dari kantor asosiasi publik Komando Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika.
Mereka kemudian menemukan kendaraannya terbenam di dalam air, sebagaimana dilaporkan Angkatan Darat Amerika Serikat pada hari Rabu.
Pangkalan militer Amerika Serikat secara berkala turut ambil bagian dalam latihan bersama NATO di Lithuania, negeri dengan populasi kira-kira 1,9 juta orang yang posisinya berada di sela-sela wilayah Russia dan Samudera Baltic. (ant/anadolu/jpnn)
Komentar
Posting Komentar