Mesir MengaktifkanTank Patton dan Abramsdi Sinai Tengah, MemusatkanKekuatanMiliter diPerbatasanIsrael
Mesir telah mengerahkan tank Patton dan Abrams di Sinai tengah, dalam penumpukan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya di dekat perbatasan dengan Israel, media Israel melaporkan mengutip sumber Israel.
Berdasarkan informasi dari sumber itu, Tel Aviv sudah memberikan peringatan resmi kepada pemerintahan Mesir yang berada di Kairo.
Akibat dari konsentrasi tentara yang signifikan dan bertambah setiap saat di wilayah Semenanjung Sinai, pihak tersebut menyatakan hal ini sebagai "pelanggaran" atas perjanjian perdamaian tahun 1979. Perjanjian itu mengatur agar kebanyakan area di Semenanjung Sinai harus ditinggalkan tanpa adanya pasukan militer.
Namun, menurut laporan tersebut, tentara Mesir telah mengerahkan tank tempur M60 Patton buatan AS yang sudah ketinggalan zaman serta pasukan besar di dekat Penyeberangan Rafah dengan Gaza, di tengah kekhawatiran bahwa Israel mungkin memaksa warga Palestina keluar dari Gaza ke Mesir.
Sementara itu, Israel juga memantau pengerahan tank Patton ke "Area A" berdasarkan perjanjian damai 1979, area yang paling dekat dengan Terusan Suez.
Laporan tersebut mengklaim jumlah tank yang baru-baru ini dikerahkan di sana jauh melampaui batas yang diizinkan yaitu 230 tank di area tersebut, yang membuat Israel marah.
Mesir juga telah mengerahkan tank modern M1A1 Abrams di wilayah tersebut, menurut laporan yang sama.
Pada tanggal 7 Mei 2024, Israel menguasai area sekitar Penyeberangan Rafah di Gaza dan mendeploy tentara mereka ke dalam Koridor Philadelphia, hal ini bertentangan dengan syarat-syarat Perjanjian Camp David.
Sejak saat itu, Israel sudah menangani seluruh kota batas Rafah dan dengan paksa memaksa penduduk Palestina untuk meninggalkan tempat tersebut.
SUMBER: MIDDLE EAST MONITOR
Komentar
Posting Komentar