Lebaran Berdarah di Gaza: Israel Tembak Mati 9 Warga Sipil saat Sholat Id, 5 di Antara Mereka Anak-Anak

PIKIRAN RAKYAT - Pasukan Israel membombardir Gaza saat warga Palestina merayakan Idul Fitri. Bom yang tiada henti sepanjang pelaksanaan sholat berjamaah id menewaskan sembilan orang, termasuk lima anak-anak.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel sudah mengusulkan tanggapan berikutnya sesudah Hamas memperlihatkan penerimanya terhadap rancangan gencatan senjata baru yang ditawarkan oleh Mesir dan Qatar.

Organisasi Pangan Dunia menyebutkan bahwa persediaan makanan mereka di Gaza dapat habis dalam jangka waktu sepuluh hari akibat dari sanksi penghancuran yang dilaksanakan oleh Israel.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 50.277 warga Palestina dipastikan tewas dan 114.095 luka-luka dalam genosida Israel terhadap Gaza.

Kantor Media Pemerintah Gaza memperbarui jumlah korban tewas sekitar dua bulan lalu menjadi lebih dari 61.700, dengan ribuan orang yang hilang di bawah puing-puing diduga kuat sudah tak bernyawa.

Bombardir Tak Henti Saat Sholat Id

Warga Palestina melaksanakan sholat Idul Fitri saat serangan Israel terus berlanjut. Sebagaimana muslim di belahan dunia lain, masyarakat Palestina di Gaza melaksanakan sholat untuk menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan dan dimulainya Syawal.

Seperti halnya saat berperang, mereka melaksanakan salat di antara reruntuhan akibat kerusakkan yang ditimbulkan oleh penduduk Israel.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Pusat Informasi Palestina, suara tembakan terdengar ketika sholat dilaksanakan.

"Seperti yang telah kami laporkan, pasukan Israel membunuh sedikitnya sembilan orang pada pagi hari Idul Fitri. Korban termasuk lima anak-anak," demikian laporan wartawan Al Jazeera dari kontributor setempat, dikutip Minggu, 30 Maret 2025.

Kehebohan di Jenin Tepi Barat

Tak hanya Gaza, Tepi Barat juga tidak luput dari kekacauan dalam perayaan lebaran tahun ini. Pasukan Israel dilaporkan telah menembakkan gas air mata kepada warga Palestina yang berziarah ke pemakaman Jenin.

Penduduk Palestina biasanya melakukan ziarah ke makam di Jenin guna memperingati para almarhum pada saat Hari Raya Idul Fitri.

Dalam kerumunan khidmat, gas air mata ditembakkan tanpa ampun, sehingga menyebabkan para warga sesak napas hingga gangguan penglihatan. Demikian menurut laporan media setempat.

Rekaman yang diverifikasi oleh unit pemeriksaan fakta Sanad Al Jazeera menunjukkan, kerumunan memang betul berlarian mencari perlindungan saat awan gas air mata menyebar di area tersebut. ***

Komentar