Israel Luncurkan Serangan Brutal ke Gaza saat Idul Fitri, 35 Orang Tewas

Idul Fitri di Gaza tercoreng oleh derita setelah belasan individu ditembak mati karena serangan udara militer Israel yang kian tidak mengenal ampun.

Menurut laporan Al Jazeera, paling tidak 35 orang warga dari Kota Rafah dan Khan Younis meninggal dunia mendekati waktu penyelenggaraan shalat Ied di hari Ahad, tanggal 30 Maret 2025.

Bahkan serangan Israel turut menewaskan 14 petugas tanggap darurat di selatan Kota Rafah, tapi jenazah mereka ditemukan seminggu setelah serangan Israel.

Adapun puluhan korban tewas ini sebagian besar didominasi wanita dan anak-anak. Mereka tewas lantaran menjadi sasaran bom dan drone militer Israel.

Saksi mata menuturkan serangan udara dilancarkan Israel secara besar-besaran pada Minggu dini hari.

Beberapa bom yang ditembakkan oleh Israel menimpa tenda dan rumah ketika masyarakat Palestina sedang mempersiapkan diri untuk menyambut hari raya Idul Fitri.

"Tragedi ini tidak hanya menimpa kita namun juga berdampak pada sektor kemanusiaan dan nilai-nilai kemanusiaan," ungkap organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS).

Adalah Adel Al-Shaer, seorang warga Gaza, yang mengatakan bahwa pada hari kemenangan tersebut, dia kehilangan orang-orang tercinta.

Perayaan Idul Fitri kali ini sangat memilukan hati saya," ungkap Adel al-Shaer seusai melaksanakan salat di antara puing-puing bangunan di area perkotaan Deir al-Balah. "Kami telah merugi banyak nyawa dari mereka yang kita sayangi, termasuk putra-putri kami, hidup kami sekarang, serta harapan akan masa depan.

Walaupun tindakan Israel menghadapi kritikan dari banyak pihak, tetapi itu tidak menyebabkan Israel menarik diri.

Mereka beralasan bahwa serangan tersebut dilancarkan untuk memberikan tekanan pada Hamas, sehingga kelompok dengan sayap kanan ini dapat melepaskan 24 di antara 59 tawanan yang masih bertahan.

"Hamas berencana menyerahkan senjata mereka. Pemimpin-pemimpin Hamas akan diperbolehkan untuk meninggalkan wilayah tersebut. Kami bertanggung jawab atas pengelolaan keamanan secara keseluruhan di Jalur Gaza dan kami siap mendukung implementasi rencana yang diajukan oleh Presiden Donald Trump," ungkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu saat menghadiri sidang kabinet.

Jemaah Salat Id Di Sebelahan Debris Ruin

Meskipun serangan udara Israel tetap berlangsung sampai dini hari Minggu, dengan menyerang beberapa area dalam zona tertutup tersebut, hal itu menyebabkan adanya korban jiwa.

Namun, puluhan ribu penduduk Palestina di Gaza masih melakukan shalat Idul Fitri di atas sisa-sisa reruntuhannya yang dulunya adalah sebuah mesjid akibat konflik antara Israel dan Hamas yang terjadi di Gaza.

"Idulfitri kali ini dipenuhi duka," ujar Adel al-Shaer usai melaksanakan salat Idulfitri di antara sisa-sisa reruntuhannya dan puing-puing masjid yang ada di Deir Al-Balah.

Video tersebut memperlihatkan wajah-wajah gembira para anak-anak ketika mereka menyanyikan takbir pada hari raya Idul Fitri, meskipun hidup dalam keadaan sulit karena dampak perang Israel di wilayah Jalur Gaza.

Video viral berikut memperlihatkan warga kota Deir al-Balah, Gaza melaksanakan salat id di lahan terbuka di samping masjid yang sudah rusak karena serangan.

Belum jelas berapa lama lagi serangan ini akan dikerjakan oleh Israel. Tetapi, militer Israel sudah menyatakan perluasan operasi darat mereka di wilayah selatan Jalur Gaza.

Pada tanggal 19 Maret, Israel menyatakan dimulainya serangan darat yang dibatasi untuk memperbesar area pemisah di wilayah utara dan selatan Gaza.

Pada hari sebelumnya, yaitu tanggal 18 Maret, serbuan udara masif oleh tentara Israel terhadap Jalur Gaza mengakibatkan lebih dari 920 orang tewas.

Menyakiti lebih dari 2.000 orang lainnya, serta menghentikan perjanjian cease-fire dan pertukaran tawanan yang sudah berlangsung sejak bulan Januari.

(/Namira)

Komentar