, TEL AVIV – Spokesperson dari kelompok Houthi Brigadier General Yahya Saree menyatakan bahwa pasukan roket mereka telah melepaskan rudal balistik hipersonic Palestina-2 menuju Bandara Ben Gurion di Israel. Mereka berkomitmen untuk tetap menargetkan bandara tersebut selagi serangan terhadap Gaza masih berlangsung.
Sebagai akibatnya, sirine peringatan terdengar di kurang lebih dua belas kota utama yang dikendalikan Israel, termasuk beberapa daerah perkotaan di Tel Aviv serta dalam area Al Quds dan Beit Shemesh yang ditaklukkan. Pasukan militer Israel menyampaikan kepada hari Jum'at petang bahwasanya mereka sudah berhasil menjatuhkan suatu roket yang dilepaskan dari arah Yaman sebelum masuk ke wilayah Israel.
Kelompok Houthi saat ini sudah menyatakan diri mereka bertanggung jawab untuk serangan tersebut. Dalam pernyataan yang dibacakan melalui siaran TV pada Jumat malam menjelang Subuh Sabtu, jurucakap mereka, Yahya Saree, mengumumkan bahwa pasukan yang mendapat dukungan dari Iran telah melepaskan roket peluru kendali menuju Bandara Ben Gurion di sekitar Tel Aviv.
Saree mengatakan ini adalah serangan ketiga kelompok itu terhadap Israel dalam 48 jam. Saree menambahkan, Houthi juga telah melancarkan lebih dari satu serangan terhadap kapal induk AS USS Harry S Truman di Laut Merah.
MILITER AS BELUM MENGONFIRMASI INSIDENTA TERSEBUT. Ancaman serangan diperkirakan tetap berlangsung walaupun Presiden Donald Trump telah menyatakan bahwa grup tersebut bakal "dihapuskan sama sekali" dalam rangkaian pengebomannya yang baru-baru ini di Yaman sebagai bagian dari kampayanya politik.
Saree menggarisbawahi bahwa Bandara Ben Gurion kini telah kehilangan statusnya sebagai area yang aman untuk operasi penerbangan, serta menyampaikan peringatan bahwa instalasi tersebut bakal terus menjadi sasaran serangan hingga konflik Israel di Gaza mereda.
Komando militer pendudukan Israel mengatakan bahwa sirene diaktifkan pada Jumat malam di beberapa daerah di wilayah tengah wilayah Palestina yang diduduki setelah peluncuran rudal dari Yaman, dan menambahkan bahwa proyektil tersebut berhasil dicegat.
Suara ledakan rudal pencegat terdengar di seluruh wilayah pusat dan Yerusalem. Media Israel melaporkan penghentian sementara lalu lintas udara di Bandara utama Ben Gurion.
Ini menandai keempat kalinya dalam minggu ini Yaman menargetkan “Israel” tengah, setelah jeda operasi selama dua bulan bertepatan dengan perjanjian gencatan senjata di Gaza, yang dilanggar “Israel” pekan lalu dengan melanjutkan perangnya di wilayah itu.
Mengenai konfrontasi yang sedang berlangsung di laut, Saree mengumumkan bahwa Angkatan Udara Tak Berawak Houthi meluncurkan beberapa drone serang satu arah ke kapal Angkatan Laut Amerika Serikat yang ditempatkan di samping kapal induk USS Harry S Truman di Laut Merah.
Serangan-serangan acak tersebut berlangsung ketika Amerika Serikat mencoba mendesak Yaman agar mengakhiri dukungan mereka kepada masyarakat Palestina di Wilayah Tepi Barat. Pesawat-peswat asing, yang take off dari Kapal Induk Carrier Strike Group 8, sudah melancarkan puluhan serangan udara tak terbatas yang bertujuan menyerang penduduk sipil Yaman, fasilitas umum, serta target-target militer.
Kemarin jumat, pasukan Houthi menyatakan bahwa mereka sudah melakukan serangan ke target militer Israel di wilayah Selatan Yafa yang diduduki dengan menggunakan rudal jenis Palestine-2.
Dalam suatu pengumuman, Yahya Saree mengkonfirmasi bahwa tindakan itu telah menjangkau sasarannya dengan sukses, serta menjelaskan bahwa hal ini merupakan usaha kedua dalam periode 24 jam setelah serangan terdahulu ke Bandara Ben Gurion menggunakan senjata rudal hipersonic Palestine-2 yang sama.
Saree menyatakan bahwa serangan militer Houthi dalam dukungan kepada Gaza bakal tetap dilanjutkan tanpa peduli pada agresi Amerika Serikat yang tengah terjadi di Yemen. Dia juga memperkuat posisi bahwa tindakan ini, beserta blokadenya terhadap lalu lintas maritim Israel, akan bertahan hingga agresi terhadap Gaza berakhir serta pengeboman itu ditarik kembali.
Komentar
Posting Komentar