Kapal penjaga pantai milik Filipina, 'BRP Cabra', menghadapi tindakan provokatif dari kapal penegak hukum laut Tiongkok bernama CCG-3302 pada hari Minggu sore ini di wilayah perairan kontestasi tersebut. Dalam keterangan resminya disebutkan bahwa CCG-3302 beberapa kali mendekati bagian buritan kapal Filipina dengan niat untuk menabramnya.
+ Klik di sini untuk menonton videonya
Sebagai tanggapan atas kemampuan manuver 'BRP Cabra', Pasukan Pemeliharaan Perairan China memperkuat posisinya dengan mengerahkan kapal lebih ringan dan lincah, yakni CCG-21612, dengan misi jelas untuk berupaya menumbangkan kapal PCG.
+ Dron Ukraina Menghancurkan Tiga Sistem Pertahanan Udara "Buk" dalam Waktu 12 Jam di Area Kursk
Walaupun tindakan gegabah dilakukan oleh China, para nakhoda kapal Filipina tetap terjaga ketenangan dan berperilaku dengan tingkat keprofesionalan serta kedisiplinan maritim yang tinggi, sehingga mencegah bentrokan langsung. 'BRP Cabra' pun melanjutkan operasinya untuk mendekati dan menyusul CCG-3302 tanpa takluk pada tekanan atau ancaman.
PCG Command mengulangi komitmennya sesuai dengan petunjuk dari Laksamana Ronnie Gil Gavan, di mana mereka mendorong untuk menjaga standar profesionalisme tinggi melalui penekanan pada upaya pencegahan eskalasi konflik, tetapi juga tidak meninggalkan jiwa nasionalisme yang kuat.
Mengikuti instruksi dari Presiden Ferdinand Marcos Jr., PCG mengungkapkan tekadnya dalam melindungi hak-hak maritim nasional, serta meningkatkan presensinya dan kesiapsiagaannya di area-area sensitif di Laut China Selatan.
Sumber serta ilustrasi: Juru bicara dari Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela X @jaytaryela, terkait ketakutan akan Laut Filipina Barat. Isi artikel ini diciptakan menggunakan teknologi AI lalu ditinjau oleh staf redaksi.
Komentar
Posting Komentar