Eddie Howe, pelatih Newcastle United, bersikeras ingin mengakhiri masa tanpa trofi klub yang telah berjalan hampir lima puluh tahun.
Final Piala Liga Inggris musim 2024-2025 bakal menyuguhkan pertarungan antara Liverpool melawan Newcastle United.
Pertandingan duel itu direncanakan berlangsung di Stadion Wembley pada hari Minggu (16/3/2025), sekitar pukul 23:30 waktu Indonesia Barat.
Pada laga esok hari, Liverpool memiliki sedikit keuntungan.
Sebab itu, The Reds merupakan juara bertahan dan raja dari turnamen tersebut dengan 10 gelar.
Di samping itu, kinerja Liverpool pada musim ini jauh lebih unggul dibandingkan dengan Newcastle United, terlebih lagi di ajang Liga Inggris.
Liverpool berada di puncak tabel liga mengoleksi 70 poin.
The Magpies menempati posisi keenam dengan koleksi 47 poin.
Namun demikian, Eddie Howe menyatakan tidak segan untuk berhadapan dengan Mohamed Salah dan kawan-kawannya.
Menghadapi berbagai tim ternama yang pernah dialami Howe diklaim meningkatkan ketahanan Mental skuad jelang laga kali ini.
Di samping itu, pelatih yang berumur 47 tahun tersebut pun telah sangat mengenal cara permainan Liverpool milik Arne Slot karena mereka sudah bertemu dua kali di Liga Inggris pada musim ini.
Pertandingan perdana antara Liverpool dengan Newcastle berlangsung di pekan ke-14 di Stadion St James' Park.
Pada pertandingan tersebut, kedua regu seri dengan skor 3-3.
Pertemuan berikutnya akan dilangsungkan pada minggu ke-27 di Stadion Anfield, tempat Newcastle kalah dengan skor 0-2 melawan Liverpool.
" Ini bukan hal yang sederhana," ujar Howe menurut kutipan ESPN.
Tetapi, kita semakin terbiasa dalam menghadapi laga-laga penting.
Bagian utama itu adalah sesuatu yang sudah kita kerjakan semenjak datang ke sini.
Pengetahuan dari pengalaman di lapangan yang luas akan bermanfaat bagi kita ketika dibutuhkan.
Kita masih bersaing, khususnya di pertandingan penting.
Kami menganut gaya hidup fleksibel namun dengan pedoman yang terstruktur.
"Gambaran yang jelas tentang kita ketika memiliki dan tidak memiliki bola akan menjadi hal yang sangat penting untuk kita," tambahnya.
Selanjutnya, Howe juga menegaskan niatnya untuk mengakhiri masa tanpa trofi Newcastle United yang telah berlangsung selama 56 tahun.
Ia melanjutkan dengan mengatakan, 'Kita berharap untuk menyelesaikan perjalanan ini dan memenangkan piala.'
"Itu bukan hal yang negatif."
"Kami mencoba untuk melihatnya dari sisi lain, ini adalah kesempatan untuk mengukir sejarah dan dikenang secara positif," tuturnya menambahkan.
Optimisme tinggi Newcastle United menjadi ancaman besar bagi Liverpool.
Mereka pasti tidak berharap untuk merasai kekecewaan lagi usai tereliminasi dari kompetisi Liga Champions pada pertengahan minggu ini.
Liverpool tersingkir di fase grup 16 besar usai dikalahkan dalam pertandingan adu penalti oleh Real Madrid.
Komentar
Posting Komentar