BANDUNG, - Kapasitas kendaraan di Gerbang Tol Cileunyi telah meningkat sejak H-4 atau Kamis (27/3/2025) lalu.
Menurut data dari Jasa Marga, total 37.417 kendaraan sudah melewati Keluar Tol Cileunyi.
Pada saat bersamaan, jumlah kendaraan yang berarah ke Garut meningkat sekitar 41% atau menjadi 41.600.
Manajer Area JMTO Purbaleunyi, Agus Pramono, menyebut bahwa besar kemungkinan peningkatan yang cukup siginifikan terjadi pada hari ini, lebih spesifik lagi yaitu tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut H-3.
Saya melihat kondisinya di Cikampek lumayan ramai. Akan tetapi, bagian selatan menyumbang sekitar 60-65% menuju Jawa, dan kawasan tersebut memberikan kontribusi sebesar 30-35%. Demikian ujarnya ketika ditemui di Gerbang Toll Cileunyi pada hari Jumat, tanggal 28 Maret 2025.
Agus menyebutkan bahwa arus lalu lintas di area Cileunyi cenderung meningkat drastis pada hari kedua setelah Lebaran.
Berdasarkan pengalaman masa lalu, dalam rentang waktu tiga tahun ini, kenaikan tertingginya biasanya muncul di hari kedua setelah acara tersebut berlangsung.
Karena khawatir akan adanya keramaian, mereka mengharapkan supaya para sopir menyiapkan berbagai skenario, termasuk yang sederhana seperti pastikan saldo E-Toll sudah terisi cukup.
"Para pengendara disarankan untuk mengisi bahan bakar di SPBU terdekat agar tidak ada kemacetan di rest area," ujarnya.
Di sisi lain, Kasat Lalu Lintas Polresta Bandung, Kompol Danu Raditya Atmadja, menyebut bahwa jumlah kendaraan yang melewati berbagai rute, termasuk Tol Cileunyi dan jalan arteri Nagreg, diprediksi akan meningkat.
"Bila mulai dari H-6 hingga H-4, setiap harinya terjadi kenaikan. Semakin dekat dengan Idul Fitri, angka tersebut bertambah. Besok, yang merupakan H-3, diperkirakan akan naik lagi karena telah memasuki masa liburan," katanya.
Danu menyatakan bahwa dari H-6 sampai H-4 kemarin, para pemudik sering kali melewati daerah tersebut antara pukul 00.00 hingga 06.00 WIB.
"Sebab mereka juga mencoba mengelakkan diri dari keramaian-kerumunan seperti di pasar-pasar serta pusat belanja, dan kami perkirakan bahwa Polresta Bandung akan melakukan pengawasan dengan mobil-mobil polisi atau petugas Sat Samapta yang bertindak untuk mencegah tindak kriminalitas dan meredam keramaian," katanya.
Komentar
Posting Komentar