Nasir Abbas Ex-Leader of JI Serukan Kepedulian Warga Terhadap Persatuan Bangsa

, JAKARTA - Mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI), Nasir Abbas, mendorong semua pihak agar bergabung dalam upaya memelihara kesatuan negara.

Menurutnya, itu adalah perintah langsung dari Tuhan Yang Mahakuasa.

"Kesatuan nasional sungguh vital, sebab firman Tuhan menganjurkan untuk bersatu padu serta menghindari permusuhan di antara sesama. Telah diberikan pengajaran dan peringatan oleh Tuhan yang menekankan kebutuhan akan solidaritas dan harmoni dalam negeri," katanya pada hari Senin, tanggal 17 Maret 2025.

Dia kemudian meminta seluruh pihak untuk menghargai dan menghormati keragaman. Dengan begitu, setiap individu dapat hidup bersama secara harmonis.

Ketua Jemaah Islamiyah Ditangkap, SMIJ Minta Pemerintah membubarkan Densus 88

"Maka bumi tumpah darah kita ini akan terwujud keamanan dan kedamaian," katanya.

Semua hal yang dapat menyebabkan perselisihan, sambung Nasir, sebaiknya dihindari. Jangan sampai, katanya, kita ikut terlibat dalam pertikaian.

"Sekadar contohnya, ketika anak-anak ikut serta dalam tawuran, para orang dewasa justru melakukan pembalasan sendiri-sendiri. Negara kita menghargai hukum, mari taati peraturan yang berlaku," katanya.

Dia meminta seluruh warga masyarakat, terutama umat Muslim, untuk tidak berpikir bahwa mereka lah yang paling tepat. Ia berharap mereka jangan cepat menyebut orang lain sebagai kafir atau menuduh mereka dengan sesuatu.

Perkiraan Efek dari Penahanan Ketua Jamaah Islamiyah

"Dan jangan pernah yakin bahwa ibadah yang dilakukan oleh kelompok Muslim lain adalah kesalahan," katanya.

Dia pun memanggil para pejuang suci serta mantan tahanan kasus teroris (napiter) agar kembali kepada jalannya yang baik. Jalur ini merupakan tempat di mana mereka menjadi lebih menerima perbedaan dan keyakinan oranglain. Dengan begitu, rasa persatuan dan kesatu bisa dicapai.

"Bagi masa lalu biarkan ia berlalu. Tak usah kembali memikirkannya, marilah kita maju ke depan. Biar terus di belakang, hal tersebut adalah beban bagi kita semua, namun kita telah bertobat serta bershalawat, mari kita tingkatkan diri. Sang Khaliq sangat mencintai hamba-hambanya yang bertaubat dan mengaku akan kesalahan mereka," jelasnya.

Eks Narapidana Undang Komunitas Mantan Anggota JI untuk Mempertahankan Keamanan Natal dan Tahun Baru

"Setelah melakukan taubatan nasuha, laksanakan perbuatan baik untuk kemaslahatan bangsa dan negara," tambah Nasir.

Nasir sekarang aktif sebagai penasehat di Yayasan Forum Komunikasi Aktivis Akhlakul Karimah Indonesia (FKAAI). Lembaga ini berfungsi untuk mendukung para korban serangan bom akibat tindakan teroris serta mengerjakan program pencegahan radikalisme.

Menurut Nasir, hal ini adalah bukti konkret dari usahanya dalam memelihara persatuan dan kesatuan di Indonesia.

Inilah Alasan Prajurit TNI Menyerbu Polres Tarakan

"Tujuan kami adalah untuk membantu para korban bom. Kami berupaya dalam Pencegahan dan Deradikalisisasi terhadap narapidana serta masyarakat," tegasnya. (rhs/jpnn)

Komentar