, JAKARTA - spekulasi tentang Joko Widodo (Jokowi), yang merupakan Presiden ke-7, ikut bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian memperkuat.
Selain itu, ketika Kaesang Pangarep selaku Ketua Umum PSI dengan senang hati mendukung ide untuk merubah nama Partai Terbuka, gagasan ini merupakan sesuatu yang telah disarankan sebelumnya oleh Jokowi.
Sebaliknya, walaupun Jokowi dekat dengan beberapa partai, sang bekas Gubernur Jakarta tersebut belum mempunyai jalur politik baru sejak putus hubungannya dengan PDIP pada tahun lalu.
Merespons isu itu, Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai NasDEM Hermawi Taslim menyatakan bahwa hubungan dekat partainya dengan Jokowi adalah bagian dari silaturahmi politik mereka.Seru sekali! Madura United Mengirim PSIS Semarang ke Zona Degradasi
Dia menyatakan, bahwa dia menghargai pilihan Jokowi, bahkan bila kelak ia memutuskan untuk bergabung dengan PSI.
"NasDEM menganjurkan persaudaraan, selalu berupaya untuk mendekat dan bersifat diskursif kepada segala lapisan masyarakat, termasuk tetapi bukan hanya dengan Jokowi," ujar Hermawi ketika dimintai konfirmasi.
"NasDEM selalu menghargai keputusan politik setiap kelompok. Jadi tidak perlu khawatir jika melihat individu bergabung dengan partai tertentu, seperti halnya Jokowi yang terlihat dekat dengan PSI, ini adalah sesuatu yang wajar," tambahnya.
Namun, Hermawi menyatakan bahwa dia masih belum memastikan apakah Jokowi benar-benar akan ikut bergabung dengan PSI.Mengukur Kemungkinan Kerjasama Politis Antara Jokowi dan PSI Menuju Tahun 2029
"Hak konstitusional Jokowi adalah merapat ke mana," tegasnya. (dil/jpnn)
Sinyal Join Jokowi dengan PSI Semakin Keras, Golkar: Tentu ada Perhitungan Politik
Komentar
Posting Komentar