JAKARTA, — Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) 56 menggariskan kembali janji mereka untuk menyediakan perlindungan sosial yang memadai bagi para pekerja di industri perfilman Indonesia.
Marcella Zalianty dari PARFI 56 menyebut bahwa mereka sudah berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan guna menjamin karyawan di industri film mendapat proteksi yang sesuai.
"Saat ini prosesnya telah dimulai, sebab di dalam PARFI hampir seluruh pengurus serta anggotanya sudah terdaftar pada program BPJS Ketenagakerjaan," jelas Marcella ketika ditemui di Museum Nasional yang beralamatkan di Gambir, Jakarta Pusat, pada hari Kamis (27/3/2025).
Marcella menerangkan bahwa PARFI 56 tetap melanjutkan upaya penyosialisasianya ke beragam pemangku kepentingan dalam bidang perfilman, mulai dari para produser, tim produksi, sampai perusahaan penghasil film tentang skema asuransi sosial tersebut.
"Kami berupaya menginformasikan kepada para pemeran, rekan-rekan produser, dan perusahaan produksi lainnya tentang pentingnya menggunakan BPJS. Hal ini merupakan bagian dari janji kami dalam mendukung penyebaran kesadaran akan manfaat proteksi sosial bagi semua karyawan di industri perfilman," terang Marcella.
Di samping menjamin keselamatan karyawan di industri perfilman, program tersebut juga berfokus pada pemenuhan kebutuhan keluarganya.
"Oleh karena itu, tanggung jawab atas perlindungan ini bukan hanya berlaku bagi pemilik perusahaan, melainkan juga untuk keluarga para korban jika terjadi suatu insiden di tempat kerja," jelas Marcella.
Pada kesempatan serupa, Kementerian Budaya Republik Indonesia juga terlibat dalam diskusi tentang kemajuan sektor perfilman di negeri ini.
Menteri Budaya, Fadli Zon, menggarisbawahi janji pemerintah untuk mensupport lingkungan film lokal.
"Kita yang ada di Kementerian Budaya mendukung ekosistem perfilman dalam negeri dari beragam jenis film. Kami akan tetap bekerjasama dengan PARFI 56 guna memajukan industri perfilman kita dan menambah pemahaman publik tentang kepentingan budaya serta seni," ungkap Fadli Zon.
Pembicaraan ini turut menjadi rangkaian acara untuk memperingati ulang tahun ke-75 Hari Film Nasional yang terjadi pada tanggal 30 Maret 2025.
Ajang ini pun turut mempromosikan tali persaudaraan dan dialog guna mendorong pertumbuhan industri film di tanah air.
Komentar
Posting Komentar