, Jakarta Rudi Hartono Panjaitan berasal dari Medan, merupakan salah satu pesertanya MasterChef Indonesia Musim 12 sering mengggunakan andaliman pada saat menyiapkan makanan. Di banyak tantangan memasak, dia umumnya menyertakan andaliman ke dalam aneka hidangan, terutama masakan Batak. Andaliman adalah apa sebenarnya?
Andaliman Kebumbu khusus asal daerah Batak ini semakin menarik perhatian di industri masakan Indonesia sejak dipakai oleh Rudi, salah satu kontestan MasterChef Indonesia musim ke-12.
Diringkas dari nationalgeographic.grid.id, andaliman merupakan rempah unik Batak yang terkenal karena karakteristiknya pada sensasi perasaan. Tanaman ini disebut juga sebagai pala botol atau memiliki nama ilmiah Zanthoxylum acanthopodium DC saat ini umumnya digunakan sebagai penyedap dan bahan pengawet dalam industri pangan.
Buahnya berbentuk kecil seperti lada, serta menawarkan cita rasa khas yaitu pedas, pahit, dan kesemutan pada lidah. Efek tersebut dipicu oleh zat-zat tertentu dalam buah itu. hydroxy-alpha-sanshool Selain menyajikan rasa unik, andaliman juga menghadirkan aroma citrus yang segar, memperkaya lapisan flavors dalam hidangan.
Sejarah Andaliman
Pemanfaatan andaliman dalam kuliner Batak telah terjadi selama beberapa abad. Tanaman ini sering kali dapat ditemui secara liar di wilayah Sumatera Utara (Sumut), lebih tepatnya di dataran dengan elevasi antara 1.100 sampai 1.500 meter dari permukaan laut. Buah andaliman yang belum matang biasanya mempunyai warna hijau dan kemudian berubah menjadi hitam saat sudah kering.
Disitat dari Antara Dalam bidang masak-memasak, buah andaliman menawarkan rasa khas yaitu pedas disertai sedikit keasaman. Biasanya, masyarakat Batak Toba menggunakan bahan ini untuk mempersiapkan aneka hidangan turun-temurun seperti sangsang serta arsik.
Selain dijadikan bumbu dalam masakan, merica Batak alias andaliman ternyata dikenal karena segudang manfaat kesehatannya. Andaliman menawarkan beberapa keuntungan medis seperti meringankan rasa sakit pada kepala dan perut. Lebih dari itu, sejumlah orang suku Batak Toba menggunakan andaliman sebagai komponen alami untuk mengobati beragam jenis penyakit.
Di situs resminya pada halaman Binus, buah ini dikenali dengan berbagai istilah yang berbeda. Di daerah Karo dan Dairi, orang-orang setempat menyebutnya tuba, di bagian selatan Tapanuli mereka memakai sebutan siyarnyar, dan di kalangan suku Batak Toba, nama lain untuk buah tersebut adalah andaliman.
Penamaan yang kaya variasi ini biasanya dipengaruhi oleh bentuk dan ukuran buah, termasuk juga jenis duri pada batang tanamannya. Di Desa Sigalingging, Kabupaten Dairi, ada dua macam andaliman yang bisa diamati menurut ciri-cirinya, yakni varietas tuba siparjolo dan tuba sihorbo.
Untuk tipe tuba sihorbo, bagian dasar bungan dan buahnya biasanya lebih pendek jika dibandingkan dengan varietas tuba siparjolo, sementara susunan buahnya pun lebih pendek dari duri yang terdapat pada batangnya. Mengenai aromanya, tuba sihorbo menampilkan rasa pahit yang berlangsung lebih lama dan cita rasa pedas yang lebih kuat dibandingkan dengan versi siparjolo. Sedangkan untuk spesies andaliman, meski variasinya cukup luas, secara keseluruhan ini adalah sejenis semak atau pohon kecil berketinggian kurang lebih 5 meter yang berbentuk tegak, menghasilkan tunas rendah dan durinya dapat ditemukan di cabang-cabang, ranting-ranting, serta batangnya. Tanaman tersebut termasuk dalam kategori perennia alias hidup lebih dari dua tahun.
Tanaman tersebut mempunyai daun majemuk bergolong di mana anak daun ganjil menyebar dan dilengkapi tangkainya. Panjang dari setiap daun bisa mencapai 5 cm sampai 20 cm dengan lebar berkisar antara 3 cm hingga 15 cm. Daun tanaman itu juga disertai oleh kelenjar minyak. Bagian atas daun tampak mengkilap berwarna hijau sementara bagian bawahnya lebih cenderung ke warna hijau muda atau agak pucat. Untuk daun-daun baru, bagian atas biasanya berwarna hijau segar sementara bagian bawahnya berwarna merah kehijau-hijauan.
Buah andaliman berbentuk bulat atau seperti kapsul dengan diameter 2-3 milimeter, memiliki warna yang bervariasi dari hijau muda hingga merah tua, serta kulitnya keras. Selain itu, tanaman andaliman juga menghasilkan bunga berwarna kuning pucat yang memiliki dasar berbentuk kerucut, lengkap dengan benang sari dan kepala sari, dan tumbuh di ketiak daun.
Penggunaan Andaliman
Rempah-rempah yang sangat terkenal ini merupakan bahanolahannya kuliner Batak Ini dapat menetralkan aroma amis dari ikan segar, menjadikan tumbuhan ini elemen utama dalam masakan tradisional Batak. Berbagai sajian yang memakai andaliman antara lain adalah sebagai berikut:
- Ikan mas arsik yang dicampur dengan rempah andaliman menyajikan cita rasa yang kompleks dan membangkitkan nafsu makan.
- Saksang, hidangan dari daging babi atau anjing yang direbus bersama darah dan rempah-rempah andaliman.
- Sambal tuktuk, sambal asli Batak yang mengandalkan andaliman sebagai komponen utamanya.
- Di Tinombur, ikan bakar diberi bumbu andaliman serta berbagai jenis rempah-rempah lainnya.
Komentar
Posting Komentar