Hafid dan Hidayah: Kisah Cinta yang Menghangatkan Saat Berbuka Puasa bersama Keluarga di Lapas Lumajang
LUMAJANG, - Sebanyak 50 narapidana di Lapas Kelas IIB Lumajang dapat merayakan berbuka puasa bersama keluarga mereka pada pekan ketiga bulan Ramadhan.
Di tengah kebisingan tawanya keluarga dan masyarakat pemasyarakatan, terdapat dua individu yang kurang bicara namun saling berkomunikasi dengan bahasa kasih sayang.
Yang kedua tersebut adalah Muhammad Hafid, seorang narapidana dari Lapas Kelas IIB Lumajang, serta istrinya bernama Hidayah.
Hidayah pergi sendiri ke Lapas Lumajang guna menjenguk suaminya yang dikasihi itu.
Genggaman tangan para pemuda dan wanita itu tak terlepas semenjak mereka berdua duduk di atas karpet hijau dalam acara buka puasa bersama tersebut.
Walaupun disekitar mereka ada banyak orang di sebelah kanan dan kiri, mereka tetap tak malu memegang tangan satu sama lain sambil bicara pelan dan tersenyum.
Kadang-kadang, ciuman penuh kasih sayang dari Hidayah pun ikut mendarat di kening Hafid sebagai tanda dorongan agar tetap sabar dan teguh menghadapi hukumannya.
Pasangan yang baru saja menikah sekitar 1 tahun 8 bulan yang lalu masih belum diberkahi dengan kehadiran anak.
Pada tahun pertama pernikahan yang baru mencapai 14 bulan, pasangan tersebut terpaksa berselingkuh lantaran Hafid di tangkap oleh pihak kepolisian akibat masalah penyalahgunaan obat-obatan terlarang.
"Sudah enam bulan berada di sini, dan sejak menikah baru satu tahun dua bulan ketika saya ditahan karena narkoba," ujar Hafid saat ditemui di Lapas Kelas IIB Lumajang, Rabu (12/3/2025).
Hafid menyebutkan bahwa sebelum acara berbuka puasa kali ini, mereka berdua hanya bertemu tiga hari yang lalu di lokasi yang sama ketika waktu menjenguk.
Meskipun demikian, seperti halnya seseorang yang sedang jatuh cinta, kerinduan pasti muncul kapan saja ketika terpisah oleh jarak. Dia berkata, "baru kemarin dia dikunjungi, tapi tetap saja merindukan."
Hidayah tak datang ke lembaga pemasyarakatan tanpa membawa apa-apa.
Dia mengambil tempe kecap favorit pasangannya tersebut.
Menurut dia, hidangan tersebut dibawa tanpa adanya permintaan terlebih dahulu dari Hafid.
Dia dengan sukarela menghidangkan hidangan favorit suaminya sebagai lauk berbuka puasa bersama. "Bawain tempe kecap yang dia suka, supaya ia selalu teringat sama aku," canda Hidayah sambil direspon dengan tawa dari Hafid.
Ketika adzan maghrib terdengar, sepasang kekasih itu pun tak sungkan menyusuri makanan satu sama lain. Seolah mereka adalah seluruh alam semesta yang ada di dunia.
Menurut Hidayah, sepanjang acara perjumpaan tersebut, dia menasihati suaminya agar tetap sabar dan teguh menghadapi hukumannya.
Hafid pun menyampaikan pesan serupa kepada Hidayah agar ia terus setia menantikannya hingga bebas dari penjara.
Belum jelas sampai kapan Hafid akan tetap berada di penjara karena proses pengadilan masih berlangsung dan vonis belum dikeluarkan oleh hakim.
Pada saat ini, proses peradilan masih berfokus pada penyampaian tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).
"Belum ada kepastian sampai kapan, belum ada putusan, jadi tadi kami berpesan untuk tetap kuat menjalani hukuman dan setia menanti," ungkap Hidayah.
Komentar
Posting Komentar