Dua Kapolres, Satu Hati: Kisah Cinta dan Profesi AKBP Arisandi & AKBP Rise Sandiyantanti yang Terpisahkan oleh 317KM

Dua Kepala Polisi, Satu Cinta: Petualangan Karier dan Asmara AKBP Arisandi serta AKBP Rise Sandiyantanti yang Terpaut Jarak 317 Kilometer

Pasangan suami istri yang bekerja di Polda Sulsel ini mendapat sorotan dari publik lantaran kedua-duanya memiliki pangkat AKBP serta mengemban posisi vital di lembaga yang serupa. Mereka ialah AKBP Arisandi dan AKBP Rise Sandiyantanti, dua petugas kepolisan yang saat ini membawa tugas besar untuk melindungi keselamatan dan kerapian di wilayah mereka masing-masing.

AKBP Arisandi kini menduduki posisi sebagai Kepala Polisi Resor Luwu, suatu peran yang telah diembannya sejak tahun 2022. Daerah Luwu, dengan kompleksitas sosial dan kondisi geografisnya, adalah area yang mengharuskan adanya pemimpin yang kuat.

Selama periode ini, Arisandi sudah membuktikan komitmennya yang kuat terhadap tanggung jawabnya, fokus pada pelaksanaan hukum dan memperkuat kerjasama antar berbagai kelompok guna mewujudkan lingkungan aman di area itu.

Di sisi lain, istrinya, AKBP Rise Sandiyantanti, mengemban tanggung jawab besar serupa dan menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar mulai bulan Maret tahun 2025.

Pelabuhan Makassar merupakan salah satu titik penting dalam sistem transportasi dan ekonomi di Sulawesi Selatan, menjadikan posisi Rise sungguh strategis.

Surat telegram tersebut, yang berisi keputusan itu, dikeluarkan pada tanggal 12 Maret 2025.

Pada perannya kali ini, AKBP Rise Sandiyantanti harus menangani berbagai kesulitan utama untuk melindungi ketertiban di wilayah yang ramai dan penuh aktivitas, serta mewujudkan efisiensi kerja di pelabuhan yang merupakan bagian penting dari pertumbuhan ekonomi setempat.

Mengagumkannya, walaupun keduanya bertanggung jawab di lokasi yang berbeda, mereka masih melaksanakan peranan masing-masing dengan standar keprofesionalan yang tinggi.

Jarak sekitar 317 kilometer di antara Makassar dan Luwu merupakan tantangan tersendiri bagi keduanya sebagai pasangan pekerja di bidang serupa.

Akan tetapi, hal itu tak menyurutkan niat mereka untuk tetap bertanggung jawab atas kewajiban negara dan saling membantu dalam menempuh karier yang memerlukan kesadaran besar akan tanggung jawab.

Cerita tentang sepasang orang ini tidak sekadar menyinggung masalah pekerjaan mereka di bidang kepolisian, melainkan juga mengenai dedikasi, komitmen, serta usaha keras mereka untuk memelihara ketentraman daerah Sulawesi Selatan.

Mereka merupakan teladan dari sepasang profesional yang mampu menginspirasi banyak insan. Mereka membuktikan bahwa seseorang dapat menjalani tugas di bidang kepolisian secara berintegritas, bahkan ketika harus menghadapi sejumlah rintangan signifikan, entah itu dalam lingkungan kerja atau kehidupan personal.

Berikut adalah profil dari AKBP Arisandi serta AKBP Rise Sandiyantanti:

AKBP Rise Sandiyantanti

Pada telegram yang dirilis tanggal 12 Maret 2025, AKBP Rise Sandiyantanti dipercaya memegang posisi sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar.

AKBP Rise Sandiyantanti adalah seorang perwira tingkat menengah (Pamen) yang masih aktif di POLRI.

Polwan dengan pangkat AKBP tersebut sebelumnya menempati posisi sebagai Kasubdit Bhabinkamtibmas di Polda Sulsel.

Pernah kali ini ia menyampaikan materi untuk Bintara serta Tamtama Remaja terkait dengan tugas DitBinmas di ruangan Aula Mappaodang Mapolda Sulsel pada hari Jumat (2/3/2024).

Nama penuh beserta pangkat dan gelar adalah AKBP Rise Sandiyantanti, S.H., S.I.K., M.Si.

Dia memiliki pengalaman yang cukup dalam mengembangkan karirnya di sektor lalu lintas (lantas).

Rise pernah menjadi Kepala Subdirektur Registarsi dan Identifikasi (Regident) pada Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel.

Selain itu, Rise juga pernah bertugas di Polres Nganjuk sebagai Kasatlantas.

Berdasarkan pencarian Tribunnews, AKBP Rise Sandiyantanti dikenal sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2005.

Di postingan di akun Instagram milik @sandiyantanti, AKBP Rise sempat membagikan foto acara jumpa warga Alumni Taruni Akpol tahun 2005 hingga 2020.

Melalui akun media sosialnya, AKBP Rise sering kali membagikan momen kemesraannya bersama suaminya.

AKBP Arisandi

AKBP Arisandi adalah alumni Akpol tahun 2004.

Nama Lengkap: AKBP Arisandi SH., SIK., MSi.

Kelahiran: Ujung Pandang 2 Januari 1981

Nama orang tua

1. Ayah: Almarhum H Ibrahim Bora

2. Ibu: Almarhumah Hj Kartini Moe

Nama Istri: Kompol Rise Sandiyantanti SH., SIK., MSi.

Nama Anak :

1. Athalia Nikesha Sandi Aryanti

2. Raja Aldric Sandi Alfarizi

Riwayat Pendidikan Umum :

1. TK Aisyah Limbung 87

2. Sekolah Dasar Negeri Limbung Putra 93

3. Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Limbung 96

4. SMUN Bajeng ’99

5. STIH Iblam 2011

6. Universitas Airlangga di Surabaya menyelesaikan program pascasarjananya pada tahun 2016

Riwayat Pendidikan Kepolisian :

1. Akademi Kepolisian 2004

2. Akademi Polisi Tertinggi tahun 2012

3. Penataran Staf dan Kepemimpinan Tingkat Menengah Polri Tahun 2019

Riwayat Jabatan Polda Sulsel:

1. Subdivisi IV/Tipikor pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polri di Sulawesi Selatan

2. Kepala Subdirlit 1/Direktorat Reskrim Umum Polisi Daerah Sulawesi Selatan

Riwayat Jabatan Polda Jatim:

1. Kepala Bagian 4 Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus Polda Jawa Timur

2. Kepala Polisi Sektor Wonokromo Polrestabes Surabaya

3. Kepala Polisi Sektor Karang Pilang dari Polrestabes Surabaya

4. Kepala Satuan Polisi Air dan Udara di Mapolres Gresik

5. Kepala Satuan Silsilah Subdit Gakkum Ditpolair Polda Jawa Timur

6. Pendidik Muda SPN Polda Jatim

Riwayat Jabatan Polda Banten

Kepala Bagian Gakkum Ditpolair Polda Banten

2. Kepala Polisi Sektor Kramatwatu dari Polres Serang

3. Kepala Polisi Sektor Menes dari Polres Pandeglang

4. Petugas Kekum dari Divisi Polair di Polda Banten

5. Kasubbag Bidang Operasi Bagian Operasional Polres Pandeglang.

Riwayat Penugasan:

1. Tim Tugas Khusus Penanggulangan Perdagangan Orang (Imigran Ilegal)

2. Tim Tugas Pengawas Penangkapan Ilegal Benih Bening Lobster

3. Satgasda Pangan

4. Tim Pengawas Pertambangan Ilegal. (*)

Diolah dari artikel Tribun Timur

Komentar