6 Tip Terbaik untuk Pola Makan Sehat Saat Ramadhan: Hindari Tidur Pasca Sahur dan Berbuka

- Sebagian orang mengalami penyakit ketika melaksanakan ibadah puasa Ramadan.

Ini secara jelas menghambat kegiatan beribadah selama Bulan Ramadan.

Ramadan 2025 Ini Tribunners perlu menghindari beberapa jenis pola makan tersebut supaya tetap bugar dan ibadah dapat berlangsung dengan lancar.

dr. Edi Hidayat Sp.PD, FINASIM, AIFO-K, FISQua mengingatkan, pola makan Yang melakukan kesalahan bisa mengancam kesehatan.

Untuk menjaga kesehatan selama berpuasa di bulan Ramadhan, sebaiknya hindari pola makannya seperti itu.

Apa saja?

1. Memakan Terlalu Banyak di Waktu Berbuka Puasa dan Sahur

Salah satu kesalahan diet yang umum selama bulan Ramadhan adalah mengonsumsi makanan secara berlebihan pada waktu buka puasa dan juga sahur.

Banyak orang meyakini bahwa setelah berpuasa satu hari penuh, mereka harus memakan sejumlah besar makanan guna menutupi kehilangan energi mereka.

Sebenarnya, perilaku tersebut dapat menimbulkan peningkatan tajam kadar glukosa dalam darah atau disebut sebagai hyperglycemia spike. Hal ini bisa membuat pankreas menjadi sangat letih dan menghasilkan perasaan lesu serta kantuk pasca buka puasa.

Caranya, mulai berbukalah dengan kurma dan minum air putih seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

Selanjutnya, makanlah perlahan-lahan dengan porsi secukupnya agar terhindar dari masalah pencernaan.

5 Kebaikan Malam Turunnya Al-Quran yang Terjadi di Tanggal 17 Ramadan, Melebihi Dari Seribu Hari

2. Segera Memakan Banyak Pada Waktu Perut Kosong

Setelah menjalani puasa sepanjang hari, perut akan berada dalam keadaan kosong.

Apabila secara langsung memasukkan makanan dalam porsi besar ke tubuh, hal ini bisa menimbulkan perut buncit serta meningkatkan peluang timbulnya kondisi GERD (Penyakit Refluksi Gastroesofageal). Kondisi tersebut melibatkan peningkatan kadar asam di dalam lambung hingga mencapai bagian tenggorokan, sehingga berpotensi membawa gejala seperti sakit dada dan sensasi panas.

Sebagai langkah pertama untuk membuka puasa, konsumsi camilan sederhana seperti kurma bersama air putih. Sesudah melaksanakan salat Maghrib, dilanjuti dengan mengonsumsi hidangan utamanya tetapi dalam jumlah yang wajar.

Apakah Hukuman untuk Tidak Melaksanakan Salat Tarawih Saat Ramadhan Bisa Mengurangi Nilai Ibadah Puasa?

3. Konsumsi Terlalu Banyak Minuman Manis

Banyak individu telah membiasakan diri untuk meminum berbagai jenis minuman manis secara ekstensif ketika mereka berbuka puasa, termasuk teh manis, sirup, dan juga minuman bersoda.

Kebiasaan ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes melitus dan obesitas dalam jangka panjang.

Di samping itu, minuman bergula bisa membuat pankreas bekerja lebih keras untuk menghasilkan insulin, hal ini mungkin menimbulkan ketahanan terhadap insulin dan merangsang bermacam-macaam penyakit metabolisme.

Alternatifnya, kendalikan asupan minuman manis pada waktu berbuka puasa. Gantilah dengan pilihan yang lebih baik seperti jus buah tanpa menambahkan gula atau air kelapa murni.

4. Istirahat Setelah Sahuran atau Berbukaan

Tiduran segera setelah makan, entah itu usai sahur atau buka puasa, bisa memicu masalah pada sistem pencernaan.

Saat tubuh terletak dalam posisi berbaring, makanan yang belum sepenuhnya mencerna bisa mengalir kembali dari perut menuju kerongkongan, memicu kondisi refluks asam lambung yang ditandai dengan rasa sakit pada dada dan area epigastrium.

Oleh karena itu, lebih baik menunggu kira-kira 1 sampai 2 jam setelah makan sebelum istirahat malam.

Selain itu, usulkan untuk melakukan kegiatan yang tidak terlalu berat sesudah makan, misalnya jalan-jalan perlahan atau menunaikan salat Isya serta Tarawih.

4 Kebiasaan Sunnah pada Tahun Ramadan 2025, Menjalankan Salat Tarawih dan Meningkatkan Berbagi Sedekah

5. Melewatkan Sahur

Sebagian orang memutuskan untuk melewatkan waktu sahur karena ingin tertidur lebih lama atau mengurangi berat badan mereka.

Sebenarnya, tidak makan sahur bisa menimbulkan hipoglikemia yaitu tingkat glukosa dalam darah yang rendah, hal ini dapat memicu rasa pusing, keletihan, kesulitan fokus, bahkan pada kasus yang parah bisa berujung pada pingsan.

Caranya adalah dengan tidak meninggalkan waktu sahur, karena hal ini amat vital untuk mempertahankan stamina selama seharian. Kemudian, pilihlah hidangan yang kaya akan karbohidrat kompleks serta protein supaya daya tahan Anda tetap terjaga dalam jangka waktu yang cukup lama.

Saran Menu Makannya Sehat Saat Bulan Puasa Ramadan Tahun 2025

Untuk menjaga kesehatan saat puasa di bulan Ramadhan tahun 2025, Anda dapat mengikuti beberapa panduan pola makan sehat berikut ini. Menurut laporan Tribun Timur, anjuran tersebut berasal dari Dr. Wachyudi Muchsin, yang sering disebut sebagai 'Dokter Koboi'.

1. Mengonsumsi Karbohidrat Rumit pada Waktu Sahur: Pililhlah hidangan semacam beras cokelat, roti biji-bijian, ataupun granola yang bisa menghasilkan tenaga berlangsung lebih lama.

2. Tingkatkan Asupan Protein Sehat: Masukkan telur, tahu, tempe, atau daging rendah lemak ke dalam diet Anda guna meningkatkan sistem imun Anda.

3. Kurangi Konsumsi Gorengan yang Berlebihan: Walaupun sangat menggiurkan, makanan berminyak dalam porsi banyak bisa memicu masalah pada sistem pencernaan serta menaikkan tingkat kolesterol di tubuh.

4. Tingkatkan Konsumsi Air Mineral: Pastikan Anda meminum jumlah air yang cukup di antara waktu buka puasa dan sahur agar keseimbangan cairan dalam tubuh tetap terjaga.

5. Batasi Konsumsi Makanan Manis dan Berkalori Tinggi: Makanan yang manis bisa memicu kenaikan kadar glukosa dalam darah, sementara itu, makanan dengan jumlah garam berlebihan dapat menambah resiko kekurangan cairan tubuh.

6. Jalani Olahraga Rendah Intensitas: Melakukan perjalanan kaki ataupun stretching bisa mendukung kondisi fisik tetap terjaga dengan cara yang tidak memberatkan badan.

Dengan menyingkirkan gaya makan tidak benar dan memperkenalkan rutinitas diet yang lebih baik, orang Muslim dapat melaksanakan ibadah puasa dengan rasa kenyang dan efisien. Bulan Ramadhon pada tahun 2025 akan jadi pengalaman berharga apabila kita merawat kondisi tubuh lewat asupan makan yang tepat.

Harapan saya bahwa dengan mengikuti diet yang tepat, kondisi kesehatan fisik akan terjaga dan ibadah di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan sukses.

Artikel ini sudah dipublikasikan di grid.id

Berita tentang Ramadan 2025 lainnya

Komentar